Loading...

Amazon Contextual Product Ads

Cari Artikel Kesehatan:

Memuat...

Sabtu, 06 April 2013

Efektifkah Antibiotik Mengatasi Jerawat?


Ada banyak penyebab munculnya jerawat dan salah satunya adalah efek hormon di unit pilosebaceus dimana rambut, kelenjar sebaceus dan folikel rambut berada. Mencoba mengatasi jerawat bisa jadi membuat kita frustasi, apalagi kalau kita belum menemukan cara mengobatinya, kita akan menghabiskan banyak uang untuk menemukan produk yang cocok.  


Mekanisme Cara Kerja Antibiotik Mengobati Jerawat :

Ada beberapa cara antibiotik bekerja dalam menyembuhkan jerawat.
  1. Dengan mengurangi jumlah bakteri yang biasa berkumpul di area folikel. 
  2. Memastikan zat yang diproduksi sel darah putih tidak mengiritasi.
  3. Membantu mengurangi produksi asam lemak di area sebum (minyak kulit). 

 

Mekanisme kerja ini akan sangat berpengaruh dalam mengurangi inflamasi pada jerawat. 

Ada banyak antibiotik bisa digunakan untuk pengobatan jerawat. Yang sering digunakan antara lain:

Tetrasiklin / Tetracycline
Tetrasiklin biasa digunakan untuk menyembuhkan jerawat. Dosis yang disaranan adalah 500 mg dua kali sehari sampai inflamasi jerawat tampak mereda. Setelah itu, dosis bisa dikurangi setengahnya atau pemakaiannya dihentikan sama sekali. Biar efektif, antibiotik untuk jerawat ini harus digunakan ketika perut dalam kondisi kosong, efektivitas obat akan meningkat. Makanya untuk orang-orang yang sering makan / ngemil, antibiotik ini bukanlah pilihan obat yang ideal. Anak umur dibawah 9 tahun dan wanita hamil tidak boleh menggunakan antibiotik ini.

Eritromisin / Erythromycin
Obat ini punya banyak kelebihan dibandingkan Tetrasiklin karena obat ini ada dalam produk anti-inflamasi yang dapat mengurangi kemerahan akibat luka dan dapat membunuh kuman. Eritromisin dapat digunakan bersama makanan tanpa mengurangi efektivitasnya, jadi untuk mereka yang gemar makan obat ini menjadi pilihan yang jitu. Dosis yang dianjurkan tergantung berapa lama jerawat itu menyerang kulit kita, antara 250 - 500 mg sehari. Walaupun menyebabkan rasa mual dan tidak nyaman, wanita hamil boleh menggunakannya.

Doksisiklin / Doxycycline
Obat ini menjadi obat pilihan yang tepat untuk mereka yang tidak tahan terhadap tetrasiklin dan eritromisin. Dosis yang dianjurkan 50 - 100 g dua kali sehari dan memakannya bersama makanan karena obat ini berefek samping menimbulkan mual dan rasa tidak nyaman. Selain itu, obat ini juga menyebabkan reaksi sensitif terhadap sinar matahari dan membuat kulit terasa terbakar.

Minosiklin / Minocycline
Antibiotik ini sudah biasa digunakan untuk mengobati jerawat selama bertahun-tahun. Efek samping obat ini antara lain pusing, mual, perubahan pigmen kulit dan gigi jadi kuning. Mereka yang menggunakan minosiklin dalam jangka panjang akan mengalami perubahan pada kulit dan gigi. 

Perlu diketahui juga, obat antibiotik bisa menyebabkan infeksi jamur pada wanita dan banyak obat antibiotik yang digunakan secara oral dapat menyebabkan pil pengontrol kehamilan atau yang sering disebut pil KB jadi tidak efektif. 



-----

Jerawat sering dianggap penyakit menyebalkan, karena membuat penderitanya sangat terganggu. Kulit jadi tampak tidak enak dipandang dan terasa sakit. Pengobatannya pun tidak lah mudah karena ada banyak hal yang dapat menyebabkan keluarnya jerawat. Jika tidak diketahui penyebab sebenarnya, langkah penyembuhan pun akan kurang efektif, jerawat itu bisa jadi tidak hilang atau makin parah. 


------

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SUDAH CUKUP PUASKAH ANDA DENGAN HIDUP ANDA?
atau
MASIH ADA YANG KURANG?