Cari Artikel Kesehatan:

Tampilkan postingan dengan label makan untuk sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makan untuk sehat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juni 2011

Suka Makan Tauge? Waspada Yaa

Berita yang sedang hangat belakangan ini di Amerika dan Eropa, ternyata bukanlah berita tentang presiden Obama atau film blockbuster, tapi tentang sesuatu yang telah diketahui sejak lama dan kini mulai merongrong lagi -  E. coli

E. coli, yang kependekan dari Escherichia coli, adalah suatu tipe bakteri berbahaya yang berada di sistem pencernaan manusia dan juga hewan lain, yang sudah selalu menyebabkan suatu kondisi atau penyakit serius bahkan juga kematian bagi manusia dan hewan. 

Beberapa tahun sebelumnya, E. coli pernah menjadi berita utama mencemari banyak bahan makanan dari bayam sampai dengan daging hamburger (berita paling terkenal, pada tahun 1993, insiden Jack in The Box yang menyebabkan ratusan orang sakit dan empat orang anak meninggal dunia) dan sekarang muncul lagi di berita, ledakan pertumbuhan E. coli di Eropa (khususnya di Jerman), yang membuat bingung banyak para ahli kesehatan. Biang keladi musibahnya telah diketahui dan ternyata itu adalah tauge. 



Tauge telah lama menjadi satu pilihan utama untuk makanan sehat, dan alasannya benar. Intinya, dari sejak berbentuk bibit atau legume, tauge itu adalah perubahan dari nutrisi yang masih potensi menjadi nutrisi yang sebenarnya. Mengkonsumsi kecambah, baik itu kecambah tanaman brokoli, kecambah tanaman bunga alfalfa atau biang kacang hijau (tauge), seperti layaknya makan tanaman mungil, yang kaya akan kandungan nutrisi, senyawa enzimatik dan bagus untuk pencernaan, yang agak sulit didapat dalam paket utuh. Kecambah kacang, bibit dan legumes disebut-sebut bisa memecah senyawa kompleks gula yang menyebabkan gas di saluran pencernaan. 
Sebagai tambahan, kecambah tanaman juga kaya kandungan vitamin, khususnya vitamin B kompleks.

Namun, sesehat apapun tauge dan makanan kecambah lainnya, mereka juga punya resiko sebagai makanan pembawa penyakit dan merupakan makanan beresiko tinggi terhadap adanya E. coli. 

Kenapa bisa begitu?
Menurut data yang dimuat di  laporan New York Times, kecambah dan tauge itu tumbuh dari biji-biji berukuran kecil sehingga sangat sulit dibersihkan untuk bisa menjamin kebersihannya dari adanya pertumbuhan bakteri.  Biji-bijian ditanamkan di dalam air yang harus selalu diganti beberapa kali dalam sehari. Air tersebut bisa berubah menjadi keruh dan agak asin, dimana merupakan media yang sempurna untuk pertumbuhan bakteri. Ini kenapa dalam Panduan FDA mengatakan para produsen kecambah harus melakukan pengujian bakteri terhadap air pencuci, namun sayangnya mereka pun tidak selalu melakukannya. 

Penemuan pertama bahwa kecambah tanaman merupakan salah satu sumber utama penyebab infeksi E. coli adalah di Jepang pada tahun 1996. Pada ledakan manifestasi E. coli waktu itu, ada sekitar 10.000 orang, banyak diantaranya anak-anak, jatuh sakit setelah mengkonsumsi kecambah tanaman akar-akaran yang tidak dimasak. Pada ledakan manifestasi belakangan ini di Jerman dianggap masih skala kecil, namun bukan suatu yang bisa dianggap remeh, karena ada lebih dari 2.000 orang telah jatuh sakit dan angka kematian mencapai 23, dan ini barulah permulaan. William E. Keene, seorang epidemiologis senior dari Divisi Kesehatan Masyarakat Oregon, telah menyelidiki ledakan pertumbuhan E. coli berkaitan dengan kecambah yang diberitakan The New York Times, “Jika anda khawatir akan resiko penyakit yang terbawa makanan, jangan makan tauge.. mereka itu sebenarnya bahan makanan beresiko.”

Sementara ini ledakan pertumbuhan E. coli ini terjadi di Eropa, sejarah menunjukkan bahwa hal ini bisa saja terjadi di area kita sendiri ataupun di manapun. 
Dengan sedikit banyak anda tahu tentang tauge, apakah ini artinya anda tidak akan menyentuh / memakannya? Apakah anda mengira bahwa bencana ini hanya akan terjadi pada area pertanian? atau apakah kita perlu merasa panik? Apakah sepadan untuk mengkonsumsi tauge, dimana dikenal sebagai bahan makanan kaya nutrisi?


Bagaimana menurut anda?

Sabtu, 14 Mei 2011

Makanan Organik Belum Tentu Makanan Sehat



Bukannya mau bilang kalau bahan makanan organik itu gak lebih baik untuk anda dibandingkan dengan bahan makanan lainnya.
Kita semua mungkin sudah tahu kalau bahan makanan organik itu bebas pestisida, herbisida dan insektisida yang pada akhirnya bisa membuat kita jatuh sakit. 
Kalau kita berbelanja bahan makanan di toko atau supermarket besar, seperti carrefour, giant dan hypermart atau di toko khusus bahan organik, kita bisa percaya kalau produk-produk organik mereka bebas pestisida dan insektisida, bebas sirup jagung tinggi fruktosa, dan bahan-bahan lain yang malah menimbulkan masalah.

Namun perlu diingat pula, walaupun bahan organik belum tentu makanan itu benar-benar baik untuk anda.
Ini dia sebabnya:

================

1. Gula itu tetap gula

Makanan yang tinggi kadar gula, gula organik atau bukan, tetap tidak baik untuk tubuh. Akibat dari diet atau pola makan tinggi gula dapat membuat kita banyak makan dan mengacaukan mood kita. Terlebih lagi, penyebab kegemukan itu bukan karena lemak, melainkan karena gula, menurut studi baru “Lemak Bukanlah Masalah,” kata Dr. Walter Willett, kepala departemen nutrisi di Sekolah Kesehatan Harvard. “Jika orang Amerika bisa mengurangi minuman tinggi gula, kentang, roti, pasta, nasi putih dan kudapan gula lainnya, kami bisa melenyapkan hampir semua masalah kegemukan, diabetes dan penyakit metabolik lainnya". Makanya mereka mulai hindari terlalu banyak makan kue, sereal, makanan yang dipanggang, "wafer nutrisi" dan permen, walaupun ada label organik dari USDA.

================

2. Makanan Olahan itu tetap Makanan Olahan

Walau diet atau pola makan kita ini makanan olahan organik, perlu diingat makanan itu tetaplah makanan olahan. Itu artinya akan banyak nutrisi yang terbuang selama proses pengolahan makanan. Makanan olahan tidak hanya rendah nutrisi, makanan tersebut tinggi senyawa natrium.
Hindari makanan olahan yang banyak mengandung suplemen tambahan seperti calsium dan dapatkan asupan vitamin anda dari makanan organik yang utuh seperti buah-buahan segar, sayuran, kacang alami, dan biji-bijian.

================

3. Perjalanan itu tetap Perjalanan

Sayuran organik yang menempuh perjalanan jauh dari luar negeri sebelum sampai ke meja makan anda mungkin saja lebih baik daripada sayuran biasa. Namun walaupun begitu, sayuran tersebut belum tentu makanan terbaik.
Bisa jadi sudah banyak nutrisi yang hilang di sepanjang perjalanannya dan bahkan bisa jadi malah kemasukan polusi udara.
Terlebih lagi, sayuran produksi lokal itu lebih enak loh. Memang banyak petani yang agak sulit mendapatkan sertifikat sayuran organik ini. Pastikanlah sayuran lokal tersebut dihasilkan tanpa pestisida dan herbisida.

================

4. Adanya kandungan hormon sintetik

Yang namanya makanan kaleng, kebanyakan kita pastinya pernah ya atau ada yang gemar makan makanan kaleng, tapi setelah ini mohon dipikir-pikir lagi ya.
Berikut ada artikel tentang Makanan Kaleng Yang Aman dan Berbahaya. Di artikel tersebut menunjukkan bahwa walaupun itu makanan organik, tapi bukan berarti bebas hormon sintetik. Produsen Muir Glen, Amy’s, Bionaturae, and S&W Organic, mengakui menggunakan BPA dalam makanan kaleng mereka.

================
Nah, makanya mulai sekarang mari kita perhatikan pola makan dan apa yang kita makan. Pastikan pula makanan organik yang kita makan merupakan makanan yang aman bagi kita, tidak mengandung bahan-bahan yang bisa berbahaya bagi tubuh. 
Sehat itu Penting !!

pastikan makanan organik anda benar aman !



SUDAH CUKUP PUASKAH ANDA DENGAN HIDUP ANDA?
atau
MASIH ADA YANG KURANG?


Photobucket