Cari Artikel Kesehatan:

Selasa, 14 Juni 2011

Apakah Paru-Paru Anda Baik-Baik Saja?

Kita sudah banyak mendengar tentang bahayanya kanker paru-paru, tapi kita jarang sekali tentang kondisi paru-paru yang disebut COPD. Kondisi ini, dimana merupakan singkatan dari chronic obstructive pulmonary disease, menunjukkan gabungan dari penyakit paru-paru: asthma, emphysema dan chronic obstructive bronchitis, keduanya disebabkan akibat kerusakan paru-paru akibat merokok atau seringnya terkena iritan paru-paru (suatu hal yang dapat menyebabkan iritasi di organ paru-paru, seperti asbes).




Entah anda seorang perokok, mantan perokok atau memang sial saja, sering berada dalam kondisi di tengah-tengah perokok, anda bisa terjangkit COPD dimana kondisi paru-paru telah rusak sehingga menyebabkan keterbatasan menghirup oksigen.


Ketika paru-paru tidak berfungsi secara penuh, gejala-gejalanya sudah dimulai, namun gejalanya kadang begitu umum sehingga kita pun kadang tidak menyadarinya. COPD ini bisa makin berkembang jika tidak segera ditangani dengan pengobatan yang tepat — dan penyakit ini merupakan penyakit urutan keempat penyebab kematian di Amerika — penting bagi kita yang beresiko untuk bisa mengetahuinya dan melakukan sesuatu secepat mungkin.

Berikut adalah 7 (tujuh) tanda yang ditunjukkan oleh paru-paru untuk memberitahu kita kalau ada masalah.


1. Nafas Pendek / Sesak Nafas 

Kebanyakan orang mengalami nafas pendek dan cuma berpikir kalau mereka sudah merasa tua atau sedang tidak sehat dan mereka tidak melakukan apapun selain mengurangi aktivitas mereka, begitu kata Byron Thomashow, seorang dokter dan profesor di Pusat Kedokteran Universitas Columbia dan Ketua dari Yayasan Organisasi COPD. Namun begitu mereka merasa sesak nafas hanya karena berjalan menuju kamar mandi barulah mereka mulai memperhatikan kalau ada yang salah.

Masalahnya adalah, Thomashow berkata, kerusakan paru-paru yang berkaitan dengan COPD tidak bisa dikembalikan; yang bisa kita lakukan hanyalah memperlambat perkembangannya. Dan jika anda tidak segera melakukan sesuatu, bisa-bisa nafas anda akan tersengal-sengal hanya dengan berjalan-jalan di sekitar rumah, dan kalau sudah begitu tidak banyak yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya. Tidak hanya itu, tindakan yang bisa dilakukan bukan lagi mengurangi aktivitas untuk mengurangi perkembangan kondisi COPD; tapi harus terus aktif atau bahkan meningkatkan aktivitas untuk mempertahankan fungsi paru-paru, dan itu tidak mudah.

Satu hal yang perlu diperhatikan juga: ketika anda naik tangga atau berolah raga, apakah anda kesulitan menarik nafas panjang? Satu kebiasaan yang bisa terjadi juga: apakah anda lebih suka menggunakan elevator dibandingkan naik tangga biasa untuk menghindari perasaan tidak enak itu? 

Perhatikan kondisi anda dengan mencoba beberapa aktivitas, perhatikan apakah anda mudah terengah-engah jika anda meningkatkan aktivitas tubuh, dan perhatikan pula apakah ada perbedaan signifikan dalam kurun waktu tertentu. Jika anda merasa kemampuan menarik nafas anda menurun dibandingkan waktu-waktu sebelumnya, periksakan kondisi paru-paru anda.

-------------- 

2. Batuk yang Makin Parah atau Sering



Setiap orang pastinya pernah sesekali sakit batuk, namun jika anda merasa batuk anda makin sering atau batuknya tidak sembuh-sembuh atau menjadi batuk kronik, itu artinya saatnya anda memeriksakan ke dokter. 

COPD bisa merusak pipa bronkial dan kantung kecil yang disebut alveoli yang ada di paru-paru, bisa membuat mereka kurang fleksibel dan elastik. Jika hal itu terjadi, di dinding pembuluh jalan udara akan menebal dan memproduksi cairan lebih banyak dari seharusnya, yang bisa menyumbat pembuluh tersebut. 
Anda akan mengalami batuk berdahak seperti yang biasanya suka mengiringi flu - hanya saja anda tidak punya gejala flu lainnya. Jika anda batuk dan keluar dahak yang keruh, itu tandanya kondisi anda memburuk. Dahak yang keluar bisa berwarna kuning, hijau atau bahkan mengandung darah. 

Satu hal menarik yang perlu anda perhatikan: jika anda seorang perokok, produksi air liur anda mungkin tidak akan meningkat walaupun anda menderita COPD, tapi akan meningkat begitu anda berhenti merokok.

-------------- 

3. Pusing di Pagi Hari 

Salah satu gejala COPD yang misterius adalah bangun dengan rasa pusing walaupun sudah tidur nyenyak di malam hari. Yang terjadi adalah pernafasan anda tidak sempurna selama anda tidur dan carbon dioksida menumpuk sepanjang anda tertidur, demikian kata dokter Norman Edelman, Ketua Tim Dokter di American Lung Association. Carbon dioksida yang terbentuk itu menyebabkan pembuluh darah di otak melebar, sehingga menyebabkan pusing.

Kebanyakan orang tidak melihat hubungan antara pusing dengan COPF, mereka melihatnya sebagai dua gejala yang tidak saling berhubungan. Tapi kalau anda tidak menangani dengan benar rasa pusing akibat COPD — memastikan anda bisa menghirup cukup oksigen selama anda tidur — rasa pusing itu tidak akan hilang. 
Periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan seksama COPD untuk mengurangi inflamasi dan meningkatkan kapasitas kerja paru-paru anda.

-------------- 

4. Pergelangan Kaki Bengkak 

Kalau gejala COPD meningkat, bisa ikut menyebabkan gagal jantung, karena sistem sirkulasi darah tidak mendapatkan cukup oksigen. Kondisi itu bisa menyebabkan penimbunan cairan, yang paling tampak jelas adalah kaki dan pergelangan kaki akan kelihatan bengkak. 
Dengan kerja paru-paru makin parah, maka tubuh kita pun ikut melemah dan jantung juga tidak cukup kuat memompa darah. Jika jantung tidak bisa memompa cukup darah ke hati dan ginjal, maka organ-organ tersebut pun tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya melenyapkan racun-racun di tubuh dan mengeluarkan cairan tersebut. 
Hasilnya adalah munculnya udema seperti yang biasa terjadi pada kebanyakan orang yang sering bepergian terbang atau seperti para ibu hamil.

-------------- 

5. Sulit Tidur atau Sulit Tidur Nyenyak 

Tanyakan diri anda: Apakah anda tidur dengan menumpuk bantal-bantal untuk meninggikan posisi kepala dan dada anda agar anda bisa bernafas lega? Apakah anda tidur di kursi, seperti kursi recliner, karena anda bisa bernafas lebih mudah? Bisa juga anda tidur tanpa bantal, tapi bangun tidak segar atau bahkan pusing.

Tidur dengan posisi kepala datar (tanpa bantal) akan membuat paru-paru anda bekerja lebih keras, banyak orang penderita COPD mengalami sulit tidur — namun mereka tidak menyadari bahwa kondisi paru-paru lah yang menyebabkan ini. 
Sulit bagi penderita COPD untuk bisa tidur nyenyak, karena bisa jadi mereka akan terbatuk-batuk sepanjang malam hingga mengganggu tidur mereka. 

Hubungan antara COPD dan sulit tidur jadi rumit karena banyak penderita COPD juga menderita sleep apnea dan GERD (gastroesophageal reflux disease), keduanya bisa menyebabkan sulit tidur.

Intinya adalah: Jika anda sering terbangun di malam hari dengan kesulitan bernafas atau batuk-batuk, atau anda bangun pagi dengan kondisi lemah, kurang istirahat dan mungkin juga pusing, periksakan diri ke dokter.

-------------- 

6. Dada Berbentuk Tong (Barrel Chest) 

Suatu uji yang biasa dilakukan para dokter untuk memeriksa perkembangan kondisi COPD adalah dengan meminta anda bernafas sementara anda mengangkat kedua tangan anda ke atas kepala. 
Kenapa begitu? Dokter ingin melihat ada tidaknya perubahan yang biasa disebut “barrel chest,” kondisi khusus bentuk dan postur tubuh yang bisa berkembang menjadi gejala sekunder COPD.

Sebagai hasil inflamasi kronik, paru-paru akan melebar dan menekan turun diafragma, yang akan menyebabkan diafragma tidak bisa berkontraksi dengan benar. Dinding dada jadi melebar, sehingga otot dada, otot leher dan otot di antara rusuk, yang disebut “otot pernafasan aksesori” melemah. Ketika itu terjadi, penderita COPD tanpa sadar akan condong kedepan ketika sedang duduk, dengan tangan kedepan atau memegang lutut. Postur seperti ini menstabilkan bagian atas dada dan pundak, yang akan memudahkan kerja otot pernafasan aksesori tersebut.

-------------- 

7. Bibir atau Kuku Jari Kebiruan 

Ketika darah tidak mensirkulasi cukup oksigen ke seluruh tubuh, bibir dan ujung jari kita akan tampak biru atau abu-abu. Kadang warna itu, yang biasa disebut cyanosis, tampak di kuku, pada beberapa orang warna tersebut bisa muncul di seluruh kulit. Alasannya karena darah yang kaya oksigen itu berwarna merah, sementara darah yang kurang kandungan oksigen akan berwarna gelap dan berwarna kebiruan.
Pada orang-orang yang kulitnya lebih gelap, perubahan warna ini akan terlihat pada bibir, gusi dan sekitar mata; dan hal itu akan terlihat jelas.
Cyanosis terjadi jika jumlah oksigen darah turun lebih dari 90%. Kita bisa memeriksakan hal ini ke dokter; atau bisa juga dengan oximeter yang diperiksa melalui jari, tersedia di toko alat-alat kesehatan.


===========================







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SUDAH CUKUP PUASKAH ANDA DENGAN HIDUP ANDA?
atau
MASIH ADA YANG KURANG?


Photobucket