Cari Artikel Kesehatan:

Kamis, 16 Juni 2011

Buah-Buahan dan Sayuran Yang Bisa Berbahaya Bagi Kita

Apakah anda sadar kalau bisa saja selama ini anda mengkonsumsi buah-buahan berpestisida? Tidakkah itu mengagetkan?

Itu bisa saja loh, kalau anda mengkonsumsi buah-buahan non-organik. Menurut Environmental Working Group’s Shopper’s Guide to Pesticides edisi tahun 2011, buah persik non-organik punya dua atau lebih residu pestisida, bahkan satu rak buah persik itu sama dengan 57 macam pestisida.
Sadar ya kalau pestisida itu sangatlah tidak baik bagi kesehatan dan lingkungan kita. Banyak negara, termasuk Amerika, menghubungkan pestisida dengan kerusakan sistem syaraf, kanker, gangguan sistem hormon dan kemunduran IQ pada anak.
Tiap tahunnya para ahli lingkungan di Amerika menganalisa 100.000 laporan produksi pestisida dari USDA dan FDA untuk menentukan buah dan sayuran apa saja yang termasuk daftar kandungan pestisida tertinggi (“Dirty Dozen” / “12 Terkotor”) dan terendah (“Clean 15” / “15 Terbersih”). Informasi ini sangat berguna untuk dijadikan panduan daftar belanja. Seandainya Departemen Kesehatan dan BPOM di Indonesia bisa bikin daftar serupa ya.

Para pembelanja bisa menggunakan daftar tersebut dalam dua cara:

  • Jika anda tidak mampu membeli buah dan sayuran organik, hindari buah dan sayuran yang masuk “12 Terkotor” dan lebih baik memilih dari “15 Terbersih”.
  • Jika anda hanya bisa membeli sebagian buah dan sayuran organik, belilah buah dan sayuran yang asli hasil pertanian organik lalu lanjutkan membeli buah dan sayuran non-organik yang masuk “15 Terbersih”.  

Tentunya kalau di dunia yang sempurna, kita tidak perlu repot sama pestisida – tapi di dunia yang kita kenal ini, setidaknya kita punya sesuatu yang membantu kita untuk mengatasi pestisida n-methyl carbamates dan organophosphate.
(Tahukah anda bahwa beberapa pestisida yang dipakai sekarang dibuat dari pengembangan gas syaraf di masa perang dunia ke-2? Fakta!)

Dengan menghindari ke-12 buah dan sayuran yang paling terkontaminasi pestisida, kia bisa mengurangi asupan pestisida di tubuh sebesar 92%.

Inilah dia daftarnya (Urutan pertama merupakan yang paling tinggi kontaminasinya) 


Selasa, 14 Juni 2011

Apakah Paru-Paru Anda Baik-Baik Saja?

Kita sudah banyak mendengar tentang bahayanya kanker paru-paru, tapi kita jarang sekali tentang kondisi paru-paru yang disebut COPD. Kondisi ini, dimana merupakan singkatan dari chronic obstructive pulmonary disease, menunjukkan gabungan dari penyakit paru-paru: asthma, emphysema dan chronic obstructive bronchitis, keduanya disebabkan akibat kerusakan paru-paru akibat merokok atau seringnya terkena iritan paru-paru (suatu hal yang dapat menyebabkan iritasi di organ paru-paru, seperti asbes).




Entah anda seorang perokok, mantan perokok atau memang sial saja, sering berada dalam kondisi di tengah-tengah perokok, anda bisa terjangkit COPD dimana kondisi paru-paru telah rusak sehingga menyebabkan keterbatasan menghirup oksigen.


Ketika paru-paru tidak berfungsi secara penuh, gejala-gejalanya sudah dimulai, namun gejalanya kadang begitu umum sehingga kita pun kadang tidak menyadarinya. COPD ini bisa makin berkembang jika tidak segera ditangani dengan pengobatan yang tepat — dan penyakit ini merupakan penyakit urutan keempat penyebab kematian di Amerika — penting bagi kita yang beresiko untuk bisa mengetahuinya dan melakukan sesuatu secepat mungkin.

Berikut adalah 7 (tujuh) tanda yang ditunjukkan oleh paru-paru untuk memberitahu kita kalau ada masalah.


1. Nafas Pendek / Sesak Nafas 

Kebanyakan orang mengalami nafas pendek dan cuma berpikir kalau mereka sudah merasa tua atau sedang tidak sehat dan mereka tidak melakukan apapun selain mengurangi aktivitas mereka, begitu kata Byron Thomashow, seorang dokter dan profesor di Pusat Kedokteran Universitas Columbia dan Ketua dari Yayasan Organisasi COPD. Namun begitu mereka merasa sesak nafas hanya karena berjalan menuju kamar mandi barulah mereka mulai memperhatikan kalau ada yang salah.

Masalahnya adalah, Thomashow berkata, kerusakan paru-paru yang berkaitan dengan COPD tidak bisa dikembalikan; yang bisa kita lakukan hanyalah memperlambat perkembangannya. Dan jika anda tidak segera melakukan sesuatu, bisa-bisa nafas anda akan tersengal-sengal hanya dengan berjalan-jalan di sekitar rumah, dan kalau sudah begitu tidak banyak yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya. Tidak hanya itu, tindakan yang bisa dilakukan bukan lagi mengurangi aktivitas untuk mengurangi perkembangan kondisi COPD; tapi harus terus aktif atau bahkan meningkatkan aktivitas untuk mempertahankan fungsi paru-paru, dan itu tidak mudah.

Satu hal yang perlu diperhatikan juga: ketika anda naik tangga atau berolah raga, apakah anda kesulitan menarik nafas panjang? Satu kebiasaan yang bisa terjadi juga: apakah anda lebih suka menggunakan elevator dibandingkan naik tangga biasa untuk menghindari perasaan tidak enak itu? 

Perhatikan kondisi anda dengan mencoba beberapa aktivitas, perhatikan apakah anda mudah terengah-engah jika anda meningkatkan aktivitas tubuh, dan perhatikan pula apakah ada perbedaan signifikan dalam kurun waktu tertentu. Jika anda merasa kemampuan menarik nafas anda menurun dibandingkan waktu-waktu sebelumnya, periksakan kondisi paru-paru anda.

-------------- 

2. Batuk yang Makin Parah atau Sering



Setiap orang pastinya pernah sesekali sakit batuk, namun jika anda merasa batuk anda makin sering atau batuknya tidak sembuh-sembuh atau menjadi batuk kronik, itu artinya saatnya anda memeriksakan ke dokter. 

COPD bisa merusak pipa bronkial dan kantung kecil yang disebut alveoli yang ada di paru-paru, bisa membuat mereka kurang fleksibel dan elastik. Jika hal itu terjadi, di dinding pembuluh jalan udara akan menebal dan memproduksi cairan lebih banyak dari seharusnya, yang bisa menyumbat pembuluh tersebut. 
Anda akan mengalami batuk berdahak seperti yang biasanya suka mengiringi flu - hanya saja anda tidak punya gejala flu lainnya. Jika anda batuk dan keluar dahak yang keruh, itu tandanya kondisi anda memburuk. Dahak yang keluar bisa berwarna kuning, hijau atau bahkan mengandung darah. 

Satu hal menarik yang perlu anda perhatikan: jika anda seorang perokok, produksi air liur anda mungkin tidak akan meningkat walaupun anda menderita COPD, tapi akan meningkat begitu anda berhenti merokok.

-------------- 

3. Pusing di Pagi Hari 

Salah satu gejala COPD yang misterius adalah bangun dengan rasa pusing walaupun sudah tidur nyenyak di malam hari. Yang terjadi adalah pernafasan anda tidak sempurna selama anda tidur dan carbon dioksida menumpuk sepanjang anda tertidur, demikian kata dokter Norman Edelman, Ketua Tim Dokter di American Lung Association. Carbon dioksida yang terbentuk itu menyebabkan pembuluh darah di otak melebar, sehingga menyebabkan pusing.

Kebanyakan orang tidak melihat hubungan antara pusing dengan COPF, mereka melihatnya sebagai dua gejala yang tidak saling berhubungan. Tapi kalau anda tidak menangani dengan benar rasa pusing akibat COPD — memastikan anda bisa menghirup cukup oksigen selama anda tidur — rasa pusing itu tidak akan hilang. 
Periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan seksama COPD untuk mengurangi inflamasi dan meningkatkan kapasitas kerja paru-paru anda.

-------------- 

4. Pergelangan Kaki Bengkak 

Kalau gejala COPD meningkat, bisa ikut menyebabkan gagal jantung, karena sistem sirkulasi darah tidak mendapatkan cukup oksigen. Kondisi itu bisa menyebabkan penimbunan cairan, yang paling tampak jelas adalah kaki dan pergelangan kaki akan kelihatan bengkak. 
Dengan kerja paru-paru makin parah, maka tubuh kita pun ikut melemah dan jantung juga tidak cukup kuat memompa darah. Jika jantung tidak bisa memompa cukup darah ke hati dan ginjal, maka organ-organ tersebut pun tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya melenyapkan racun-racun di tubuh dan mengeluarkan cairan tersebut. 
Hasilnya adalah munculnya udema seperti yang biasa terjadi pada kebanyakan orang yang sering bepergian terbang atau seperti para ibu hamil.

-------------- 

5. Sulit Tidur atau Sulit Tidur Nyenyak 

Tanyakan diri anda: Apakah anda tidur dengan menumpuk bantal-bantal untuk meninggikan posisi kepala dan dada anda agar anda bisa bernafas lega? Apakah anda tidur di kursi, seperti kursi recliner, karena anda bisa bernafas lebih mudah? Bisa juga anda tidur tanpa bantal, tapi bangun tidak segar atau bahkan pusing.

Tidur dengan posisi kepala datar (tanpa bantal) akan membuat paru-paru anda bekerja lebih keras, banyak orang penderita COPD mengalami sulit tidur — namun mereka tidak menyadari bahwa kondisi paru-paru lah yang menyebabkan ini. 
Sulit bagi penderita COPD untuk bisa tidur nyenyak, karena bisa jadi mereka akan terbatuk-batuk sepanjang malam hingga mengganggu tidur mereka. 

Hubungan antara COPD dan sulit tidur jadi rumit karena banyak penderita COPD juga menderita sleep apnea dan GERD (gastroesophageal reflux disease), keduanya bisa menyebabkan sulit tidur.

Intinya adalah: Jika anda sering terbangun di malam hari dengan kesulitan bernafas atau batuk-batuk, atau anda bangun pagi dengan kondisi lemah, kurang istirahat dan mungkin juga pusing, periksakan diri ke dokter.

-------------- 

6. Dada Berbentuk Tong (Barrel Chest) 

Suatu uji yang biasa dilakukan para dokter untuk memeriksa perkembangan kondisi COPD adalah dengan meminta anda bernafas sementara anda mengangkat kedua tangan anda ke atas kepala. 
Kenapa begitu? Dokter ingin melihat ada tidaknya perubahan yang biasa disebut “barrel chest,” kondisi khusus bentuk dan postur tubuh yang bisa berkembang menjadi gejala sekunder COPD.

Sebagai hasil inflamasi kronik, paru-paru akan melebar dan menekan turun diafragma, yang akan menyebabkan diafragma tidak bisa berkontraksi dengan benar. Dinding dada jadi melebar, sehingga otot dada, otot leher dan otot di antara rusuk, yang disebut “otot pernafasan aksesori” melemah. Ketika itu terjadi, penderita COPD tanpa sadar akan condong kedepan ketika sedang duduk, dengan tangan kedepan atau memegang lutut. Postur seperti ini menstabilkan bagian atas dada dan pundak, yang akan memudahkan kerja otot pernafasan aksesori tersebut.

-------------- 

7. Bibir atau Kuku Jari Kebiruan 

Ketika darah tidak mensirkulasi cukup oksigen ke seluruh tubuh, bibir dan ujung jari kita akan tampak biru atau abu-abu. Kadang warna itu, yang biasa disebut cyanosis, tampak di kuku, pada beberapa orang warna tersebut bisa muncul di seluruh kulit. Alasannya karena darah yang kaya oksigen itu berwarna merah, sementara darah yang kurang kandungan oksigen akan berwarna gelap dan berwarna kebiruan.
Pada orang-orang yang kulitnya lebih gelap, perubahan warna ini akan terlihat pada bibir, gusi dan sekitar mata; dan hal itu akan terlihat jelas.
Cyanosis terjadi jika jumlah oksigen darah turun lebih dari 90%. Kita bisa memeriksakan hal ini ke dokter; atau bisa juga dengan oximeter yang diperiksa melalui jari, tersedia di toko alat-alat kesehatan.


===========================







Minggu, 12 Juni 2011

Suka Makan Tauge? Waspada Yaa

Berita yang sedang hangat belakangan ini di Amerika dan Eropa, ternyata bukanlah berita tentang presiden Obama atau film blockbuster, tapi tentang sesuatu yang telah diketahui sejak lama dan kini mulai merongrong lagi -  E. coli

E. coli, yang kependekan dari Escherichia coli, adalah suatu tipe bakteri berbahaya yang berada di sistem pencernaan manusia dan juga hewan lain, yang sudah selalu menyebabkan suatu kondisi atau penyakit serius bahkan juga kematian bagi manusia dan hewan. 

Beberapa tahun sebelumnya, E. coli pernah menjadi berita utama mencemari banyak bahan makanan dari bayam sampai dengan daging hamburger (berita paling terkenal, pada tahun 1993, insiden Jack in The Box yang menyebabkan ratusan orang sakit dan empat orang anak meninggal dunia) dan sekarang muncul lagi di berita, ledakan pertumbuhan E. coli di Eropa (khususnya di Jerman), yang membuat bingung banyak para ahli kesehatan. Biang keladi musibahnya telah diketahui dan ternyata itu adalah tauge. 



Tauge telah lama menjadi satu pilihan utama untuk makanan sehat, dan alasannya benar. Intinya, dari sejak berbentuk bibit atau legume, tauge itu adalah perubahan dari nutrisi yang masih potensi menjadi nutrisi yang sebenarnya. Mengkonsumsi kecambah, baik itu kecambah tanaman brokoli, kecambah tanaman bunga alfalfa atau biang kacang hijau (tauge), seperti layaknya makan tanaman mungil, yang kaya akan kandungan nutrisi, senyawa enzimatik dan bagus untuk pencernaan, yang agak sulit didapat dalam paket utuh. Kecambah kacang, bibit dan legumes disebut-sebut bisa memecah senyawa kompleks gula yang menyebabkan gas di saluran pencernaan. 
Sebagai tambahan, kecambah tanaman juga kaya kandungan vitamin, khususnya vitamin B kompleks.

Namun, sesehat apapun tauge dan makanan kecambah lainnya, mereka juga punya resiko sebagai makanan pembawa penyakit dan merupakan makanan beresiko tinggi terhadap adanya E. coli. 

Kenapa bisa begitu?
Menurut data yang dimuat di  laporan New York Times, kecambah dan tauge itu tumbuh dari biji-biji berukuran kecil sehingga sangat sulit dibersihkan untuk bisa menjamin kebersihannya dari adanya pertumbuhan bakteri.  Biji-bijian ditanamkan di dalam air yang harus selalu diganti beberapa kali dalam sehari. Air tersebut bisa berubah menjadi keruh dan agak asin, dimana merupakan media yang sempurna untuk pertumbuhan bakteri. Ini kenapa dalam Panduan FDA mengatakan para produsen kecambah harus melakukan pengujian bakteri terhadap air pencuci, namun sayangnya mereka pun tidak selalu melakukannya. 

Penemuan pertama bahwa kecambah tanaman merupakan salah satu sumber utama penyebab infeksi E. coli adalah di Jepang pada tahun 1996. Pada ledakan manifestasi E. coli waktu itu, ada sekitar 10.000 orang, banyak diantaranya anak-anak, jatuh sakit setelah mengkonsumsi kecambah tanaman akar-akaran yang tidak dimasak. Pada ledakan manifestasi belakangan ini di Jerman dianggap masih skala kecil, namun bukan suatu yang bisa dianggap remeh, karena ada lebih dari 2.000 orang telah jatuh sakit dan angka kematian mencapai 23, dan ini barulah permulaan. William E. Keene, seorang epidemiologis senior dari Divisi Kesehatan Masyarakat Oregon, telah menyelidiki ledakan pertumbuhan E. coli berkaitan dengan kecambah yang diberitakan The New York Times, “Jika anda khawatir akan resiko penyakit yang terbawa makanan, jangan makan tauge.. mereka itu sebenarnya bahan makanan beresiko.”

Sementara ini ledakan pertumbuhan E. coli ini terjadi di Eropa, sejarah menunjukkan bahwa hal ini bisa saja terjadi di area kita sendiri ataupun di manapun. 
Dengan sedikit banyak anda tahu tentang tauge, apakah ini artinya anda tidak akan menyentuh / memakannya? Apakah anda mengira bahwa bencana ini hanya akan terjadi pada area pertanian? atau apakah kita perlu merasa panik? Apakah sepadan untuk mengkonsumsi tauge, dimana dikenal sebagai bahan makanan kaya nutrisi?


Bagaimana menurut anda?
SUDAH CUKUP PUASKAH ANDA DENGAN HIDUP ANDA?
atau
MASIH ADA YANG KURANG?


Photobucket